Jakarta (20/4) – Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025.
Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan sebagai Chairman
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman
ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian
Logistics and Forwarders Association/ILFA). mengatakan Tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan operasional
seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip Mill
(HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional, ungkap Dr. Akbar Djohan. Selain itu program
ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto
untuk kemandirian industri.
Krakatau Baja
Industri (KBI) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung
kemandirian industri baja dalam negeri. Melalui komitmen terhadap standar
kualitas tinggi, KBI konsisten menghasilkan produk baja Hot Rolled Coil (HRC)
dan Cold Rolled Coil (CRC) yang menjadi material fundamental bagi berbagai
sektor pembangunan di Indonesia.
Selain operasi,
keunggulan KBI terletak pada penguasaan teknologi dan keahlian teknis. Direktur
Utama Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menyoroti bahwa aset terbesar
perusahaan adalah sumber daya manusia yang memiliki spesialisasi tinggi.
“KBI memiliki
sumber daya manusia yang sangat handal di bidang pengerolan baja (steel rolling). Sinergi antara teknologi
mutakhir dan kompetensi SDM inilah yang menjadikan Krakatau Baja Industri
memiliki keandalan tinggi dalam menghasilkan produk baja berkualitas
premium,” jelas Pak Arief.
Sebagai informasi
selain pasar domestik, produk KBI juga diminati oleh mancanegara. Di tahun
2025, rekor ekspor terjadi sepanjang sejarah Krakatau Steel berdiri untuk
produk Cold Rolled Coil (CRC) ke negara Spanyol sebanyak 54.247 ton. Sepanjang
tahun 2025, KBI telah mencatat total ekspor CRC sekitar 62.000 ton ke berbagai
negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol.
Menjaga
Devisa dan Ketahanan Ekonomi
Dr. Akbar Djohan menambahkan bahwa PTKBI merupakan salah
satu anak usaha yang memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja sektor
manufaktur Krakatau Steel. Produk baja Cold
Rolled Coil dan Plate PT KBI
merupakan pemimpin pasar di Indonesia dengan sebaran ekspor ke Amerika,
Polandia, Belgia, dan Protugal.
Langkah strategis KBI dalam menggenjot produksi nasional
tidak hanya bertujuan pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga memiliki misi
besar dalam mendorong penghematan devisa negara. Dengan mengurangi
ketergantungan pada produk impor, KBI berkontribusi langsung pada penguatan
struktur ekonomi nasional.
Sepanjang 2026 ini, tercatat 40.000 ton produk
HRC dan CRC telah terkirim ke berbagai negara di ASEAN, Eropa, dan Australia
sebagai bukti kelangsungan produktivitas operasi pabrik yang ada di Krakatau
Steel. Menjelang berakhir bulan April terdapat tambahan ekspor CRC ke Spanyol.
“Industri besi dan
baja yang termasuk dalam kategori industri manufaktur merupakan salah satu
penopang ekonomi dan infrastruktur. Kami berkomitmen untuk terus mendukung
aktivitas surplus perdagangan manufaktur
melalui baja berkualitas kami yang semakin diakui di pasar global”, ungkap
Arief
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
