Harga emas dunia atau XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan setelah menunjukkan respons positif ketika bergerak di sekitar zona support penting. Kendati volatilitas pasar masih cukup tinggi akibat ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat, munculnya tekanan beli memberikan peluang bagi logam mulia untuk melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek. Dupoin Futures menilai bahwa perkembangan teknikal saat ini perlu dicermati untuk melihat potensi arah pergerakan harga berikutnya.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit menjelaskan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 memperlihatkan rejection yang cukup kuat ketika harga menguji area US$3.895–US$3.917. Respons tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mulai muncul di zona tersebut, sehingga area support ini berpotensi menjadi fondasi bagi kenaikan harga selanjutnya.
Dupoin Futures mengidentifikasi peluang terbentuknya pola ABC Correction ke arah atas. Pola tersebut dapat menjadi indikasi bahwa harga emas sedang memasuki fase koreksi naik setelah mengalami tekanan sebelumnya. Selama XAUUSD mampu mempertahankan pergerakan di atas support US$3.895–US$3.917, peluang penguatan masih terbuka.
Dalam skenario bullish yang dipantau Dupoin Futures, harga emas berpotensi bergerak menuju resistance terdekat pada kisaran US$3.997–US$4.021. Area tersebut menjadi target kenaikan yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Namun, keberhasilan harga mempertahankan posisinya di atas zona support akan menjadi faktor penting untuk mendukung kelanjutan momentum positif.
Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga bergerak menembus area US$3.895–US$3.917, prospek kenaikan yang diproyeksikan Dupoin Futures perlu dievaluasi. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa kekuatan pembeli belum cukup solid untuk mempertahankan pemulihan harga.
Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, khususnya ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Mengacu pada rangkuman berita MarketScreener, harga emas masih bergerak fluktuatif karena pasar menghadapi sejumlah sentimen yang saling berlawanan.
Salah satu faktor yang berpotensi mendukung harga emas adalah penurunan harga minyak dunia. Harga minyak yang lebih rendah dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Apabila inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, kebutuhan The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu lama berpotensi berkurang. Situasi tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil bunga.
Namun, Dupoin Futures juga mencermati adanya faktor yang dapat membatasi penguatan logam mulia. Penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menjadi tantangan bagi harga emas. Kedua faktor tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar sekaligus mengurangi minat investor terhadap emas.
Pasar juga masih memperhitungkan kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menjaga penguatan dolar AS dan memberikan tekanan terhadap XAUUSD.
Dalam waktu dekat, perhatian investor akan tertuju pada hasil pemilu paruh waktu AS serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Kedua agenda tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi dan menjadi pertimbangan pasar dalam memperkirakan arah kebijakan The Fed.
Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen tersebut, Dupoin Futures melihat bahwa peluang pemulihan harga emas masih terbuka selama zona support US$3.895–US$3.917 mampu dipertahankan. Resistance US$3.997–US$4.021 menjadi area yang perlu dicermati sebagai target kenaikan berikutnya. Meski demikian, pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan kebijakan moneter tetap berpotensi memicu perubahan arah harga.
Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
